Selasa, 08 Juni 2010

Wisata Singapura

(Adinda Arifiah - 210110080034)

Siapa yang tidak kenal dengan ikon Singapura? Ketika mendengar kata Singapura, pasti langsung terlintas di benak sebuah patung singa berwarna putih. Ya, kalau ke Singapura tidak afdhol rasanya kalau tidak menghampiri si singa laut putih, Merlion.

Singa berbadan duyung ini dirancang untuk Badan Pariwisata Singapura. Lee Kuan Yew, Perdana Menteri yang menjabat pada masa itu meresmikan upacara pemasangan Merlion pada 15 September 1972.

Patung singa ini dulu ditempatkan di Merlion Park. Namun, sekarang berada di seberang Fullerton Hotel. Tetapi tetap saja sampai sekarang, jika ingin menjumpai si singa, wisatawan tetap berkata "Ingin ke Merlion Park."

Setiap kali ke sana, hampir tidak pernah sepi, hampir tidak pernah tidak ada yang berfoto dengan latar belakang patung Merlion. Berfoto dengan latar belakang singa putih seperti sebagai tanda kalau sudah pernah mengunjungi Singapura.




Di Merlion Park ini juga ada jasa berkeliling Sungai Singapura yang bersih. Kita bisa melihat-lihat suasana sangat moderen Singapura. Gedung-gedung tinggi, bagus, dan megah. Serta kita juga akan melewati beberapa objek wisata. Setiap kali melewati sebuah objek wisata, kita akan mendengarkan sejarah singkat objek tersebut, dari pemutar cd yang dioperasikan oleh nahkoda kapal.

Namun, untuk menikmati jasa ini, harus rela sedikit menguras kantong. Ongkosnya yaitu SG$ 15 sekitar Rp 105 ribu.


Singapura juga terkenal dengan kota belanja, negara belanja, surga belanja, atau apalah. Singapura "penuh" dengan supermall di mana terdapat toko-toko barang branded dan biasanya masyarakat Indonesia juga senang berbelanja di Singapura karena barang-barang tersebut bisa didapat dengan harga lebih murah dibandingkan dengan jika membeli di Indonesia.

Mall-mall di Singapura rata-rata besar dan mewah. Jarak yang berdekatan dengan mall lain bukanlah masalah karena mall-mall tersebut memang sepertinya tidak pernah sepi pengunjung. Jalan yang terkenal di Singapura yaitu Orchard Road. Sepanjang jalan ini berjejer mall-mall cantik dan megah. Jadi, sepertinya jika ingin mencari barang apa saja ada. Mulai dari pakaian, buku-buku, kebutuhan rumah tangga, sampai barang-barang elektronik.

Salah satu mall terbesar di Orchard Road ini adalah ION. Toko-toko merk besar seperti Prada, Cartier, Louis Vuitton, Dior dan Dolce & Gabbana, terdapat di mall ini.


Di seberang ION, ada yang dinamakan Shaw Haouse. Di sini juga seperti mall, namun yang paling favorit di dalamnya adalah supermaret Isetkan. Isetan seperti toko serba ada yang menjual barang-barang yang berbau Jepang.


Sebenarnya masih banyak lagi mall-mall yang ada di Orchard Road karena memang Orchard Road merupakan tempat paling dikenal, oleh warga Singapura maupun asing, untuk berbelanja. Misalnya masih ada yang dinamakan Lucky Plaza. Di sana dijual barang-barang elektronik seperti handphone, kamera DSLR dan peralatannya, dan lain-lain, dan jika beruntung kita akan mendapatkan harga yang sangat murah.



*nb: seluruh foto adalah dokumentasi pribadi

Jumat, 04 Juni 2010

Wisata Malaysia

(Adinda Arifiah - 210110080034)


Malaysia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kemiripan dengan Indonesia, baik dari segi budaya, bahasa, dan lingkungan. Letaknya yang dekat dengan Indonesia membuat negara ini cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Indonesia baik untuk berlibur lama maupun sekedar berkunjung. Letaknya yang dekat dengan Singapura juga membuat orang-orang sering "mondar-mandir SIngapura-Malaysia.

Malaysia terbagi menjadi dua bagian, barat dan timur. Malaysia Timur terletak di bagian utara Pulau Kalimantan (Borneo) dan Malaysia Barat terletak di sebelah utara Singapura, dekat dengan Pulau Sumatera.

Berwisata di Malaysia Barat, ternyata cukup banyak juga yang dapat kita lihat. Di ibukota Malaysia yaitu Kuala Lumpur, terdapat bangunan terkenalnya bernama Menara Petronas yang sering disebut dengan sebutan Menara Kembar. Menara tersebut sangat cantik bila dilihat di malam hari. Kita bisa naik ke atas menara dan berjalan di jembatan yang menghubungkan dua bangunannya. Dekat dengan Menara Petronas juga ada KLCC (Kuala Lumpur Convention Center) yang merupakan pusat perbelanjaan moderen di sana.

MENARA PETRONAS


Camera : Canon DSLR
F Number : F/4.5
Shutter Speed : 1/4 sec.
ISO : 100
Focal length : 35mm
Taken and edited by Adinda Arifiah Siregar


Berikut ini, merupakan beberapa foto tempat wisata yang dapat kita kunjungi jika berada di Melaka. Melaka dapat dicapai sekitar 4 jam dari Kuala Lumpur. Melaka merupakan kota tua di Malaysia.

Di Melaka kita bisa banyak melihat peninggalan-peninggalan budaya Kerajaan Melaka. Seperti cerita-cerita tentang masa penjajahan Belanda, cerita-cerita mengenai Hang Tuah dan Hang Jebat, dan lain-lain, bisa kita temukan di dalam Muzium Samudera yang berbentuk kapal ini. Dalamnya cukup luas, bertingkat.

MUZIUM SAMUDERA (Melaka)

Camera : Nikon DSLR
F Number : F/4
Shutter Speed : 1/200 sec.
ISO : 100
Focal length : 18mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit


Camera : Nikon DSLR
F Number : F/4
Shutter Speed : 1/13 sec.
ISO : 400
Focal length : 20mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit



Di Melaka juga terdapat Gedung Memorial Pengisytiharan Kemerdekaan yaitu tempat di mana dideklarasikannya kemerdekaan Melaka. Gedung ini dihiasi jejeran bendera negara-negara bagian Malaysia di gerbang depannya.

GEDUNG MEMORIAL PENGISYTIHARAN KEMERDEKAAN (Melaka)


Camera : Nikon DSLR
F Number : F/9
Shutter Speed : 1/320 sec.
ISO : 200
Focal length : 38mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit


Tidak jauh dari gedung proklamasi, terdapat Istana Kesultanan Melaka. Di dalamnya terdapat patung-patung yang disusun seperti jika sedang rapat dengan Sultan, kamar Sultan, pakaian-pakaian Sultan dan Permaisuri, serta barang-barang kesultanan lainnya yang dipajang.

ISTANA KESULTANAN MALAYSIA (Melaka)

Camera : Nikon DSLR
F Number : F/6.3
Shutter Speed : 1/160 sec.
ISO : 100
Focal length : 28mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit


Camera : Nikon DSLR
F Number : F/3.5
Shutter Speed : 1/60 sec.
ISO : 200
Focal length : 18mm
Used Flash
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit



Di Melaka pula, ada tempat yang dinamakan Jonker Walk. Jonker Walk ini semacam China Town tetapi "tua". Kalau malam hari di sini ramai sekali orang-orang berjualan, baik makanan maupun pernak-pernik. Di dalam Jonker Walk ini juga ada beberapa penginapan. Ada juga tempat-tempat karaoke yang biasanya dikunjungi oleh "nenek-kakek Chinese". Bahkan, ada panggung yang sengaja disediakan untuk ber-karaoke.

KOTA TUA "JONKER WALK" (Melaka)

Camera : Nikon DSLR
F Number : F/5
Shutter Speed : 1/20 sec.
ISO : 200
Focal length : 50mm
Taken and edited by Adinda Arifiah Siregar




Bukan lagi di Melaka, Malaysia mempunyai Genting Highland (Tanah Tinggi Genting), tempat wisata yang beberapa saat lalu sempat sangat dipromosikan untuk pariwisata Malaysia. Di Genting yang menarik adalah kita bisa naik kereta gantung sepanjang 9 km dan di bawah kita terdapat hutan yang dipenuhi berbagai jenis pepohonan.

Genting merupakan satu-satunya tempat di Malaysia di mana berjudi dilegalkan. Oleh karena itu, banyak yang menyebut Genting sebagai Las Vegas di Malaysia.

GENTING HIGHLAND

Camera : Nikon DSLR
F Number : F/4
Shutter Speed : 1/200 sec.
ISO : 100
Focal length : 18mm
Taken and edited by Adinda Arifiah Siregar



Di belahan Malaysia Barat, ada kota bernama Johor Bahru. Tempat ini bisa disebut sebagai pusat perindustrian di Malaysia. Kota ini termasuk kota kedua terbesar setelah Kuala Lumpur.

Walaupun kota industri, Johor juga punya pantai. Seperti Acol di Jakarta, di sana tersaji pemandangan yang indah terutama di malam hari. Banyak restoran hidangan laut segar yang bisa kita hampiri. Di sana juga terdapat semacam taman bermain seperti Dufan mini. Ada pula restoran di dalam kapal, yaitu foto di bawah ini.

DANGA BEACH


Camera : Canon DSLR
F Number : F/5.6
Shutter Speed : 1/2 sec.
ISO : 800
Focal length : 55mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit


Ini baru Malaysia bagian barat. Di lain waktu akan disajikan tempat wisata apa saja yang ada di Malaysia bagian timur. 'till next time! :)



*nb: seluruh foto adalah dokumentasi pribadi

Pesona Laut Belitung, Indonesia

(Adinda Arifiah - 210110080034)


Camera : Canon DSLR
F Number : F/16
Shutter Speed : 1/320 sec.
ISO : 200
Focal length : 34mm
Taken and edited by Adinda Arifiah Siregar


Camera : Canon DSLR
F Number : F/10
Shutter Speed : 1/256 sec.
ISO : 100
Focal length : 18mm
Taken and edited by Adinda Arifiah Siregar




Camera : Canon DSLR
F Number : F/10
Shutter Speed : 1/1000 sec.
ISO : 100
Focal length : 18mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit




Camera : Canon DSLR
F Number : F/10
Shutter Speed : 1/250 sec.
ISO : 100
Focal length : 18mm
Taken by Adinda Arifiah Siregar
No Edit



Belitung

Siapa ingin berlibur di pantai sepi, bersih, dan dengan pemandangan cantik? Datanglah ke Pulau Belitung, Kepulauan Bangka-Belitung, di lepas pantai timur Sumatera.

Pantai dengan pasir yang putih, laut yang masih bersih tanpa sampah manusia, serta ciri khasnya yaitu batu-batuan granit besar yang menghiasi pantai, membuat nyaman mata yang memandang.

Salah satu pantai cantik di Belitung ialah Pantai Tanjung Tinggi. Foto-foto di atas itulah foto-foto Pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini enak, dekat dengan hotel kelas 1 di sana. Cukup berjalan sedikit dari hotel, kita sudah disambut oleh pemandangan menyenangkan. Sebenarnya keluar kamar pun sudah pantai tetapi 'kan kita memilih yang view-nya bagus, apalagi yang memang berniat untuk memotret. Kita dapat menemukan banyak sekali view yang menarik, bahkan sepertinya semua sudut pun akan menghasilkan karya foto yang bagus.

Tak dapat dipungkiri kalau bebatuan di pantai merupakan objek yang sangat membantu dalam membuat pantai terlihat cantik. Ya, memang yang paling unik dari pantai di Belitung adalah batu-batuan granit besar dan artistik yang menghiasi pantai. Apalagi bagi para pencinta fotografi, pasti tidak sabar dan langsung mengeluarkan peralatan "perang"-nya. Badan kamera, lensa, baterai, memory card, berbagai macam filter, tripod mungkin, dan lainnya, ya karena Belitung memang sangat eksotis. Surga fotografi banget deh. Terbukti dengan banyaknya fotografer baik amatir maupun profesional yang telah mengunjungi Belitung dan menghasilkan karya yang mengagumkan.

Selama ini kebanyakan orang hanya tahu Bali yang memiliki pantai indah untuk dipotret. Setelah mengunjungi Belitung, saya berani mengatakan kalau pantai di Belitung tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Namun, Belitung memiliki keeksotisan yang berbeda dengan Bali. Kalau boleh saya bilang, Belitung seperti bagian dunia yang memang disediakan untuk dipotret. Indah banget.

Kata-kata terakhir dari saya untuk semua pembaca dan khususnya pembaca yang mencintai dunia fotografi.
KUNJUNGI BELITUNG, ANDA TIDAK AKAN KECEWA :)

Sekalian bantu pariwisata Indonesia. Promosikan Belitung! :D



*nb: seluruh foto adalah dokumentasi pribadi

Cockatoo

(Adinda Arifiah - 210110080034)

Watch Me Eating! :)



Camera : Canon DSLR
F Number : F/5.6
Shutter Speed : 1/1000 sec.
ISO : 400
Focal length : 50mm
Taken and edited by Adinda Arifiah Siregar


About Cockatoo:
Cockatoo is a kind of birds that has a unique voice. They have good intelligences. They can remember and repeat what people’s saying. So, they are often used for entertainment events or party.

Senin, 03 Mei 2010

PMB-Tugas essay masa depan jurnalisme

Adinda Arifiah – 210110080034

Desti Pratiwi – 210110080044


Esensi jurnalisme beberapa tahun terakhir ini sudah mulai bergeser. Awalnya, seorang wartawan adalah seseorang yang terikat dengan sebuah media, di mana ia harus bertanggung jawab di dalamnya, dan ia harus memiliki sebuah kartu identitas (kartu pers) untuk melakukan kegiatan jurnalistik. Bahkan di Indonesia, sempat berlaku aturan, untuk mendapatkan kartu pers, wartawan mereka harus mengikuti organisasi seperti PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) atau AJI (Aliansi Jurnalis Independen) untuk mendapatkan kartu pers.

Namun, bisa dilihat sekarang ini, untuk bisa menjadi seorang wartawan, tidak perlu masuk ke dalam sebuah organisasi kewartawanan untuk mendapatkan kartu pers, mereka bisa bebas melakukan kegiatan jurnalisme di saat mereka ingin. Citizen journalism adalah kegiatan jurnalistik yang bisa dilakukan oleh masyarakat, pencarian berita, hingga penulisan beritanya mereka lakukan sendiri. Untuk penyebarluasan dari hasil kerja mereka, biasanya mereka menggunakan blog pribadi, atau mereka juga bisa mengirimkannya ke surat kabar atau media online yang meyediakan laman khusus untuk citizen journalism.

Munculnya citizen journalism membawa perdebatan tersendiri. “Bloggers vs journalists is over.” Begitulah yang dikatakan Jay Rosen sejak Januari 2005. Rosen adalah profesor jurnalisme di New York University sekaligus penulis cakrawala baru jurnalisme. "Persoalannya sekarang bukan lagi apakah blog dapat menjadi jurnalisme. Kadang-kadang bisa. Persoalannya sekarang bukan lagi apakah blogger adalah jurnalis. Kadang-kadang begitu." Hampir senada dengan itu Enda Nasution mengatakan melalui karangan Apakah Blogger = Jurnalis? Enda memutuskan, "Tidak semua blogger adalah jurnalis dan tidak semua jurnalis adalah blogger." Tapi ujaran Jay Rosen dan Enda Nasution bukan vonis atas perdebatan soal ini. Bahkan, sampai Desember 2007 lalu, masih ada ada tulisan yang memojokkan blogger (citizen journalist). Bekas koresponden NBC, David Hazinski, melalui tulisannya di The AtlantaJournal-Constitution menggambarkan tren ketergantungan stasiun televisi pada laporan warga, citizen journalism. Misalnya, video kiriman non-profesional seperti dalam program iReports di CNN. Di Indonesia ada I Witness di Metro TV.

Selain itu, munculnya citizen journalism saat ini tentu akan membawa dampak tersendiri bagi dunia jurnalisme. Ada pihak-pihak yang akan diuntungkan dan akan ada pula pihak-pihak yang dirugikan. Pihak yang dirugikan di antaranya adalah media konvensional seperti surat kabar dan majalah, yang saat ini belum cukup siap untuk menghadapi fenomena citizen journalism. Kedua media ini akan cukup dirugikan karena hasil karya dari citizen journalism tidak perlu dikirmkan ke majalah ataupun surat kabar. Hasilnya bisa saja di terbitkan melalui blog pribadi atau situs jejaring sosial yang sekarang berkembang. Internet sudah lebih mendominasi di bandingkan dengan media cetak yang sudah ada. Sepuluh tahun ke depan, bisa diprediksikan media cetak tidak lagi berkembang secara pesat. Bahkan ada kemungkinan media cetak tidak lagi ada. Tetapi, hal tersebut belum tentu terjadi dalam jangka waktu sepuluh tahun di negara berkembang, misalnya di Indonesia. Saat ini masih ada daerah yang masih belum terjangkau internet, jadi media cetak masih tetap ada di negara berkembang. Bisa dilihat dari data statistik di bawah, bahwa presentase pengguna internet di Indonesia masih cukup rendah jika dibandingkan dengan Cina, Malaysia, dan Singapura. Jadi bisa sedikit disimpulkan bahwa dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan, media cetak masih akan ada di Indonesia walaupun sangat sedikit media massa cetak yang bisa bertahan.

DATA STATISTIK
 China 384,000,000 Internet users as of Dec/09, 28.7% penetration, per CNNIT
 Indonesia 30,000,000 Internet users as of Sept/09, 12.5% penetration, per APJII.
 Malaysia 16,902,600 Internet users as of June/09, 65.7% penetration, per MCMC.
 Singapura 3,370,000 Internet users as of Sept/09, 72.4% penetration, per ITU.
Sumber: http://www.internetworldstats.com/asia.htm

Sepuluh tahun kemudian, wartawan profesional juga akan berjuang untuk tetap bersaing dengan citizen journalism yang semakin bermunculan. Wartawan profesional harus tetap berjuang agar masyarakat lebih memilih berita yang mereka tulis pada media mereka dibandingkan dengan berita yang ditulis oleh citizen journalism. Persaingan yang cukup berat ini bisa saja membuat wartawan profesional sedikit melupakan etika keprofesionalannya sebagai wartawan. Etika kewartawanan bisa bergeser. Wartawan profesional jelas terikat oleh sebuah etika, yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Isi dari kode etik tersebut bersifat mengikat. Ada salah satu pasal dalam KEJ, yaitu Pasal 4 yang berbunyi:

“Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.”

Pasal tersebut nantinya akan sedikit bergeser karena wartawan profesional harus berjuang agar masyarakat tetap melihat atau menyimak berita yang mereka publikasikan. Gambar-gambar yang akan masuk ke media massa nantinya bisa saja gambar-gambar yang sedikit “berbahaya” namun memiliki sisi menarik yang tinggi. Maka gambar-gambar berbahaya akan lebih ditayangkan, mereka akan berlomba-lomba dalam menyajikan gambar yang menarik tanpa memerhatikan etikanya. Kalau etika tersebut tidak lagi dipegang, maka lama-lama akan membawa dampak negatif di masyarakat.

Akan berubah juga posisi wartawan dengan editor. Jika awalnya wartawan dan editor adalah orang yang menentukan berita apa yang harus diberikan atau apa yang seharusnya diterima oleh masyarakat melalui rapat redaksi, maka sekarang, melalui jurnalisme yang semakin berkembang, maka masayarakatlah yang akan memilih berita apa yang akan ia terima. Ia bisa sesuka hati memilih berita apa yang akan mereka baca. Misalnya saja di detik.com, sebuah situs berita online, masyarakat diberikan keluluasaan untuk memilih berita yang hendak dibaca, dan mengabaikan berita yang tidak perlu baginya. Sepuluh tahun mendatang, saat teknologi semakin maju, maka proses pemilihan berita oleh khalayak akan semakin sering terjadi. Pekerjaan wartawan akan semakin berat, mencari berita yang benar dan rinci dan kemudian pembaca yang akan menentukan yang mana yang akan mereka baca. Jadi, jurnalis yang akan menyesuaikan dengan khalayak mengenai isi berita, bukan khalayak yang mengonsumsi berita apapun yang disajikan di media massa.

Saat ini penyebarluasan citizen journalism maupun professional journalism dapat dilakukan dengan mudah dan juga sangat mudah diakses di mana saja dan oleh siapa saja. Yaitu dengan menggunakan internet. Dewasa ini, internet berkembang dengan sangat sukses. Pengaksesan internet juga sangat mudah dilakukan. Misalnya sekarang ini, masyarakat dapat menikmati layanan internet dengan cepat menggunakan telepon genggam. Atau banyak pula yang memanfaatkan teknologi wi-fi yang telah banyak tersedia misalnya di mall, hotel, atau bandara, untuk mengakses internet.

Sangat banyak layanan yang memudahkan masyarakat untuk menjelajahi dunia maya. Juga, sangat banyak yang dapat dilakukan di dunia maya. Sehingga, dengan semakin canggihnya teknologi internet, semakin canggihnya teknologi telepon genggam atau teknologi komunikasi dan informasi lainnya, semakin besarnya keinginan masyarakat untuk melihat dan mengetahui perkembangan informasi seputar dunia, semakin banyak tersedianya informasi-informasi tersebut, dan semakin mudah cara mengakses informasi-informasi tersebut, tidak heran jika teknologi internet sangat digandrungi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Penggunaan internet yang begitu tinggi memicu para “pengusaha dunia internet” untuk lebih memanjakan pengaksesnya. Tidak hanya menyediakan informasi tetapi juga menyediakan fasilitas bagi para pengguna internet untuk “melakukan sesuatu” di dalam dunia maya. Muncullah situs jejaring sosial (social networking) seperti Friendster, Facebook, dan lainnya, serta situs blog yang dapat digunakan sebagai diary elektronik. Dalam situs jejaring maupun blog, masyarakat dengan mudah dapat menyebarkan informasi apapun kepada siapapun pengakses internet di berbagai tempat di belahan dunia.

Selain mempunyai keinginan untuk mengetahui informasi, tiap anggota masyarakat juga berkeinginan untuk berbagi informasi yang mereka ketahui kepada anggota masyarakat lainnya. Jumlah anggota situs jejaring sosial semakin banyak dan grafiknya terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian pula yang terjadi dengan situs blog. Lamanya waktu para pengguna situs jejaring sosial dan blog untuk menghabiskan waktu di situs-situs tersebut pun meningkat. Perusahaan Nielsen Online melakukan riset dan hasilnya adalah pada tahun 2009, lalu lintas waktu penggunaan situs jejaring sosial dan blog meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bahkan peningkatannya mencapai 83% lebih banyak.

Pengguna situs jejaring sosial dan blog memanfaatkan situs tersebut untuk saling berbagi informasi. Di sinilah citizen journalism semakin berkembang. Para pengguna situs ini dapat membagi apa saja yang mereka ingin bagikan kepada orang lain. Baik itu berupa tulisan, gambar, suara, maupun video yang merupakan gabungan ketiganya.

Seperti yang pernah ditulis di ANTARA News,
Facebook, Twitter, dan jejaring sosial secara dramatis mengubah sisi bisnis pemberitaan yang tak pernah terpikirkan, yaitu distribusi berita. Semua orang dipaksa untuk berjejaring dan menyelami aspek promosi dan pemasaran di baliknya. Dan tiba-tiba semua itu menjadi tugas semua orang. Redaksi dipaksa mendefinisikan kembali tugas reporter dan editor, membahas masa depan pembaca, tema liputan dan kode etik jurnalisme online.

"Kita menyaksikan bahwa pengguna, warga, menjadi bagian integral dari evolusi pemberitaan," kata Amy Mitchell, Deputi Direktur Project for Excellence Journalisme, Pew Research Center.
"Mungkin era (organisasi berita) lalu perlu pembuktikan bahwa konsep itu bisa melakukan semuanya, tapi kini tak ada seorang pun yang menunggu konsep itu terbukti," sambung Lee Rainie, Direktur Pew Internet & American Life Project.

"Pada masa lalu, jurnalis memandang adalah tugasnya menulis berita, sebaliknya menyalurkan, memasarkan, dan menemukan pembaca berita adalah tugas orang lain. Di dunia baru, jurnalis bertanggung jawab di semua bidang," kata Alan Murray, Direktur Eksekutif Wall Street Journal online.

Situs jejaring sosial, pada akhirnya menjadi media yang begitu penting dalam penyebaran informasi. Apalagi untuk perkembagan citizen journalism, tentu saja cara pakai yang mudah dan murah ini membantu masyarakat melakukan aktivitas jurnalisme warga. Situs-situs jejaring sosial ini berlomba dan bersaing untuk menjadi situs yang paling bermanfaat sehingga kemudian akan menjadi situs yang paling diminati oleh warga untuk berbagi informasi.

Kita ambil contoh situs jejaring sosial Facebook yang sampai saat ini masih menjadi situs jejaring sosial yang sangat laris digunakan. Laman Facebook menjadi tempat menuliskan informasi, dan juga bisa langsung menanggapi komentar-komentar dan pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang lainnya. Serta, orang-orang lainnya (pembaca) menjadi mengikuti cara baru penyebaran berita ini dan mengurangi kebiasaan mereka membaca surat kabar, atau bahkan dapat mengurangi pemakaian mesin pencari (search engine).

Dengan kemudahan yang diberikan Facebook tersebut, banyak situs jejaring sosial lain yang berlomba memberikan fasilitas yang lebih mudah dan lebih menarik bagi para pengguna situs jejaring sosial. Misalnya Twitter akhir-akhir ini menjadi situs jejaring sosial yang sangat berjasa dalam berbagi informasi. Dengan meng-update status akun Twitter-nya, para pemilik akun bisa berbagi informasi dengan para follower-nya. Semakin banyak follower, semakin banyak pula yang akan membaca informasi yang ditulis. Saat ini banyak pula pemberitaan yang bersumber dari Twitter. Kebanyakan, informasi yang diambil misalnya dari status update para public figure. Di situs Twitter kita juga bisa mengunggah (upload) foto dengan mudah. Sehingga jika kita ingin menyebarkan informasi dengan cepat ke masyarakat (followers), saat ini bisa juga mengunggah gambar dengan menggunakan fasilitas mobile web picture uploader yang disediakan oleh banyak provider untuk telepon genggam.

Selain itu kita bisa ambil contoh situs Youtube yang dapat menampilkan citizen journalism dalam bentuk video. Siapapun bisa dengan mudah mengunggah video di situs tersebut. Dan siapapun bisa mengomentari, bertanya, maupun menanggapi video yang telah diunggah. Video-video di situs tersebut bisa mengenai apapun. Tentu saja, hal ini disukai oleh masyarakat karena hampir tentang “semua hal” terdapat di situs ini.

Untuk aktivitas jurnalisme, saat ini juga ada situs jejaring yang baru muncul yaitu formspring.me. Kehadirannya cukup menyita perhatian, setidaknya di kalangan blogger. Cara menggunakannya simpel yaitu berupa tanya jawab antara para pengguna, Privasi akan tetap terjaga karena pertanyaan akan masuk ke inbox akun orang yang ditanya, tidak seperti Twitter yang akan langsung muncul di timeline followers. Situs ini kemudian bisa dijadikan sebagai media kegiatan jurnalisme untuk melakukan wawancara dengan narasumber.

Saat ini, persaingan antara situs jejaring sosial sudah dapat kita rasakan. Dengan berlomba memberi fasilitas canggih, kemudahan akses serta tidak membingungkan pengguna, perang antara situs jejaring sosial sudah terlihat. Sebenarnya di masa yang akan datang, saat teknologi canggih sudah sangat marak beredar di masyarakat, persaingan antara situs jejaring sosial pada dasarnya akan sama saja. Namun, dengan teknologi yang tersedia pada masa itu, tentu saja cara bersaingnya akan berbeda dengan saat ini.

Nantinya tidak hanya berupa berita tertulis, tetapi jejaring sosial akan memberikan sebuah video streaming hasil berita tersebut. Tentu saja akan ada dampak positf dan negatif dari perubahan ini. Namun, perang berita di situs jejaring sosial tidak terlalu mempengaruhi negara berkembang dalam beberapa tahun ke depan karena seperti yang sudah diungkapkan di atas, penggunaan internet masih belum maksimal di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kita masih membutuhkan beberapa tahun lagi untuk membuat perang berita tersebut semakin terasa di Indonesia.

SUMBER
http://www.borneotribune.com/pdf/headline/antara-blogger-jurnalisme-dan-jurnalis.pdf
http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/10107121131.pdf
http://www.internetworldstats.com/asia.htm
http://berandalanpuritanartikel.blogspot.com/2010/03/dunia-media-yang-berubah-koran-internet.html

Senin, 19 April 2010

T chip = future communication technology

Oleh: - Adinda Arifiah (210110080034)
- Desti Pratiwi (210110080044)


Teknologi di bidang komunikasi berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini. Bisa dilihat dalam satu dekade terakhir, muncul berbagai macam alat komunikasi dengan berbagai bentuk dan inovasi. Awalnya muncul alat bernama pager yang bisa menyampaikan pesan berupa teks kepada seseorang. Saat itu, pager merupakan alat komunikasi yang sangat canggih. Namun seiring berkembangnya waktu pager menjadi alat yang tidak praktis, ada beberapa kekurangan yang menyulitkan penggunanya. Misalnya saja pager tidak bisa membalas langsung pesan dari pengirimnya, melainkan harus melalui operator.



Lalu muncullah alat komunikasi yang lebih canggih, yaitu handphone yang bisa berkomunikasi jarak jauh dan langsung bisa membalas setiap pesan yang diterima. Perkembangan alat ini juga cukup pesat. Pada awal kemunculannya, handphone hanya bisa digunakan untuk mengirimkan pesan berupa suara dan gambar. Kita masih belum bisa melihat orang yang kita ajak berbicara. Namun, beberapa tahun kemudian muncullah inovasi dari handphone, yaitu bisa melihat orang kita ajak berbicara, dengan video call. Dalam perkembangannya handphone terus saja berkembang dan terus memunculkan inovasi terbarunya. Misalnya saja dengan membuat handphone dengan basis windows sehingga alat komunikasi tersebut bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh komputer pada umumnya.



Perkembangan terus berlanjut. Suatu saat nanti teknologi komunikasi tidak lagi menggunakan alat-alat yang bisa dilihat secara fisik. Sepuluh tahun lagi akan muncul alat komunikasi yang hampir tidak kasat mata. Sebuah alat yang akan berfungsi seperti telepati. Sebuah micro chip yang ditanamkan di dalam otak sehingga bisa berkomunikasi secara langsung.





Alat tersebut akan membaca apa yang akan kita pikirkan. Kita hanya tinggal memikirkan siapa yang akan kita ajak berbicara. Otak akan mencari sendiri PIN micro chip orang tersebut karena PIN-nya sudah tersimpan seperti menyimpan nomor telepon di phonebook dalam handphone. Kemudian kita berbicara dalam hati untuk menyampaikan pesannya. Maka secara otomatis orang yang kita ajak berbicara akan mendengarnya dan membalas pesan yang dikirimkan.



Alat ini akan berfungsi saat seseorang sadar, maka jika orang yang memakai alat ini sedang tidur, alat ini tidak akan berfungsi. Energi untuk alat ini didapatkan dari aliran darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. Selama jantung berdetak dan ada darah yang terpompa, maka alat ini akan berfungsi dengan baik.
Alat ini bernama T chip, alat yang akan memudahkan komunikasi di antara manusia. Tidak peduli jarak dan waktu.


Sumber referensi:
- http://www.google.co.id/imglanding?q=MICRO%20CHIP&imgurl=http://scrapetv.com/News/News%2520Pages/Technology/images/tiny-microchip.JPG&imgrefurl=http://scrapetv.com/News/News%2520Pages/Technology/pages/Sony-creates-lighter-than-air-notebook-Scrape-TV-The-World-on-your-side.html&usg=__FzJAMt4CtNBe66LJ6nfpEryMbC4=&h=314&w=416&sz=27&hl=id&itbs=1&tbnid=Zmkr_SN2fQwS7M:&tbnh=94&tbnw=125&prev=/images%3Fq%3DMICRO%2BCHIP%26hl%3Did%26safe%3Dactive%26sa%3DG%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&safe=active&sa=G&gbv=2&tbs=isch:1&start=0#tbnid=Zmkr_SN2fQwS7M&start=0

- http://www.google.co.id/imglanding?q=PAGER&imgurl=http://www.robertandrews.com/cinderella/pager.gif&imgrefurl=http://www.robertandrews.com/cinderella/index.htm&usg=__xtcOpU6nkjHwtSsZq9gPDF-EQXo=&h=301&w=389&sz=66&hl=id&itbs=1&tbnid=B6nnA-oGkCWbiM:&tbnh=95&tbnw=123&prev=/images%3Fq%3DPAGER%26hl%3Did%26safe%3Dactive%26sa%3DG%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&safe=active&sa=G&gbv=2&tbs=isch:1&start=0#tbnid=4StWcPZOybSJoM&start=1

- http://www.google.co.id/imglanding?q=E%2071&imgurl=http://aditressanto.files.wordpress.com/2008/08/e71.jpg&imgrefurl=http://aditressanto.wordpress.com/2008/08/07/nokia-e71/&usg=__mSfFNpSktmdGsKYLXUc4MdZvFIQ=&h=513&w=543&sz=69&hl=id&itbs=1&tbnid=eGZ1c_eQlMtvTM:&tbnh=125&tbnw=132&prev=/images%3Fq%3DE%2B71%26hl%3Did%26safe%3Dactive%26sa%3DG%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&safe=active&sa=G&gbv=2&tbs=isch:1&start=0#tbnid=57yG_iit-XCxnM&start=4

- http://www.google.co.id/imglanding?q=iphone&imgurl=http://nsit.uchicago.edu/internal/insite/img/iphone.png&imgrefurl=http://nsit.uchicago.edu/internal/insite/2008/april/iphone.shtml&usg=__is4XlhzdB82gKt4ccTvNd_FzH7U=&h=757&w=425&sz=243&hl=id&itbs=1&tbnid=C7kRt6s3wGlwUM:&tbnh=142&tbnw=80&prev=/images%3Fq%3Diphone%26hl%3Did%26safe%3Dactive%26sa%3DG%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&safe=active&sa=G&gbv=2&tbs=isch:1&start=0#tbnid=C7kRt6s3wGlwUM&start=2

Senin, 05 April 2010

PC Dalam Saku Anda

Adinda Arifiah

210110080034


Komputer pada zaman ini sudah sangat tidak asing bagi kita. Bisa jadi bahkan untuk sebagian masyarakat, komputer sudah berkembang menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran komputer sangat membantu kehidupan manusia dengan cara kerjanya yang mirip seperti otak manusia, dapat menyimpan berbagai macam data dan mempresentasikannya kembali kapan pun kita inginkan.


Seiring perkembangan zaman, komputer juga mengalami perubahan-perubahan, baik dari bentuk fisiknya, maupun inovasi fungsi-fungsinya. Dahulu, komputer berbentuk CPU yang dilengkapi dengan keyboard dan monitor yang terpisah. Saat ini, komputer yang hadir dalam bentuk notebook atau laptop sudah tidak asing lagi.


Pada pengembangannya kemudian, Jepang mengembangkan komputer yang berukuran Pen. Ukuran yang cukup kecil untuk terselip di dalam tas atau tergelincir jatuh saat kita masukkan ke dalam saku.


Dalam revolusi miniatur komputer, para ilmuwan yang maju menggunakan teknologi Bluetooth. Benda ini akan memproyeksikan monitor dan keyboard virtual yang tersimpan di dalamnya. Ketika tombol pada Pena ini ditekan, benda ini akan mengenali monitor dan keyboard melalui Bluetooth dan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Kita tetap bisa melakukan operasi normal seperti yang dapat kita lakukan pada desktop biasanya.



DAMPAK

Kemunculan teknologi ini tentunya mempunyai dampak bagi masyarakat dan kehidupannya. Secara umum, tentu saja Pen PC ini sangat membantu masyarakat yang sangat mobile dalam bekerja. Komputer ini praktis dibawa ke mana saja tanpa harus memerlukan tenaga besar dan tidak memakan tempat. Bagi para pengusaha yang biasa mengadakan pertemuan di luar kantor misalnya, tentu komputer ini sangat berguna pada waktu mempresentasikan prospek bisnisnya dengan kliennya, dan lain sebagainya. Membicarakan dampak yang ditimbulkan, jika mengacu pada apa yang dikatakan Efferet Rogers, terdapat tiga perubahan komunikasi yang dapat terjadi setelah ditemukannya teknologi.


Pertama adalah interacivity yaitu bagaimana kemampuan dari sistem komunikasi yang baru tersebut untuk berinteraksi dengan penggunanya. Partisipasi dalam interaksi yang dapat terjadi di sini adalah interaksi dari orang ke orang (misalnya kita jadi dapat chatting dengan menggunakan hotspot di mana saja), dari orang ke mesin (tentu saja interaksi ini tejadi saat kita menggunakan Pen PC ini kita berinteraksi dengan mesin komputer), dan dari mesin ke mesin (misalnya pada saat komputer ini tersambung ke internet).


Pen PC memunculkan monitor dan keyboard virtual dengan Bluetooth


Kedua, yaitu demassified yaitu sebuah penggunaan dari penggunaan secara massal teknologi dapat dtandaioleh semakin aktif pengguna dalam menggunakan media yang dipakainya. Jika banyak orang yang merasakan manfaat kepraktisan dari komputer ini dan merasa sangat diuntungkan kemudian menceritakannya kepada kerabatnya, kemungkinan kerabatnya juga akan menggunakan PC Pen ini. Jadi, akan semakin banyak pengguna aktif yang memanfaatkan.


Ketiga asychronous artinya tidak serempak. Penggunanya dapat menggunakan alat ini kapan saja semau mereka, tidak harus serentak dengan pengguna-pengguna lain alat ini.


Alat ini menarik dan tampaknya akan sangat berguna bagi masyarakat mobile. Intinya adalah kepraktisan yang menjadi nilai tinggi pada Pen PC ini.



Sumber: www.rense.com/general69/future.htm